Mewujudkan Rumah Islami yang Penuh Berkah
Arti berkah menurut syariah Islam adalah : kebaikan berlimpah yang diberikan Allah kepada siapa saja yang dikehendakiNya. Keberkahan ini dilihat dari manfaat yang dirasakan, walaupun sesuatu yang bernilai kecil, apabila dimanfaatkan bagi orang banyak, maka dapat dikatakan membawa keberkahan. Sehingga secara makna, berkah berarti sesuatu yang nilai manfaat atau nilai penggunaannya lebih besar daripada nilai nominalnya.
Sebagai contoh berkah dari sisi makanan. Sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah saw bahwa: “makanan untuk satu orang, cukup untuk dua orang, makanan untuk dua orang, cukup untuk dua atau tiga orang, dan makanan untuk 3 orang, cukup untuk 4 atau 5 orang.”
Rasulullah juga pernah berpesan bahwa: “Berjamaahlah kalian dalam menyantap makanan dan sebutlah nama Allah didalamnya, maka Allah akan melimpahkan keberkahan.”
Tujuan Mewujudkan Rumah Islami yang Penuh Berkah :
1. Melaksanakan perintah Allah.
Untuk mewujudkan rumah islami sesuai perintah Allah, maka hal yang sangat penting dilakukan adalah membentuk penghuni rumahnya berkepribadian Islami sesuai sunah Rasulullah SAW, termasuk suami, istri dan anak-anak. Hal ini dapat dilakukan dengan menghidupkan suasana Islam didalam rumah, menanamkan nilai-nilai Islam dan menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur’an.
Rumah adalah madrasah keluarga, merupakan pondasi utama bagi pembentukan iman keluarga, terutama anak-anak. Kebiasaan-kebiasaan baik harus selalu ditanamkan agar anak-anak dapat memiliki kepribadian dan iman yang kokoh dalam menghadapi lingkungan diluar rumah.
Perintah Allah SWT :
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan- Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” Surat At-Tahrim (66) :6
2.Memenuhi amanah Allah.
Keluarga dan anak-anak adalah amanah dari Allah SWT. Seorang suami tidak hanya wajib menafkahi keluarganya secara material, tetapi juga wajib memberikan nafkah batiniah kepada istri dan anak-anaknya. Nafkah batiniah ini sangat penting, karena akan menjadi bekal keluarganya diakhirat nanti.
“Sesungguhnya Allah SWT akan bertanya kepada semua pemimpin mengenai yang dipimpinnya, apakah ia memeliharanya atau menyianyiakannya? Sehingga seseorang akan ditanya mengenai keluarganya.” (HR. Al-Nasai).
Seorang istri berperan penting dalam menghidupkan nilai-nilai Islami didalam rumah, dengan menghidupkan sunah-sunah Rasulullah SAW. Hal ini dapat dilakukan dengan mengajarkan anak untuk menghormati yang tua, dan yang tua menyayangi yang muda. Mengajarkan kepada anak2 untuk saling mendoakan, seperti contohnya ketika bersin. Mengucapkan “Alhamdulillah”, kemudian yang mendengarnya mengucapkan “yarhamukallah” kemudian dijawab lagi oleh yang bersin, “yahdimukallah”, sehingga menumbuhkan sikap saling memperhatikan dan mendoakan diantara anggota keluarga. Juga melatih anak utk terbiasa mengucapkan “assalamu’alaikum” ketika memasuki rumah, dan lainnya.
Bila sunah-sunah Rasulullah SAW ini telah dihidupkan didalam rumah, insya Allah suasana rumah akan menjadi sangat menyenangkan dan nyaman, anggota keluarga akan merasa rindu untuk pulang dan berkumpul dengan keluarga.
3.Untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga dari segala bentuk kejahatan.
“Lima hal, bila seseorang mengerjakan salah satunya, ia menjadi jaminan Allah; orang yang membesuk orang sakit, keluar untuk perang, menghadap kepada pemimpinnya untuk menghormati serta memuliakan, atau duduk dirumahnya sehingga orang-orang selamat darinya dan ia (pun) selamat dari orang-orang.” (HR. Ahmad)
Yang berkaitan dengan pembahasan ini adalah 2 point terakhir yaitu berdiam dirumah sehingga orang-orang selamat darinya dan ia pun selamat dari orang-orang yang berada diluar rumah.
Diluar rumah, terdapat berbagai macam bentuk kejahatan dan kemaksiatan. Apalagi bila kita tinggal dilingkungan rumah yang kurang aman. Maka rumah adalah tempat yang paling baik untuk berlindung dari berbagai bentuk kejahatan tsb. Sehingga menciptakan rumah yang kondusif, adalah sebuah kebutuhan.
4.Rumahku surgaku.
Untuk membentuk rumah yang nyaman, tidak berarti harus mahal interiornya. Yang terpenting bukan asesoris rumah yang serba gemerlap, tetapi bagaimana rumah dapat tertata secara rapi sehingga menimbulkan kenyamanan.
“Allah itu indah dan menyukai keindahan” (HR. Muslim).
5. Keluarga adalah masyarakat terkecil.
Keluarga adalah masyarakat terkecil. Keluarga adalah pondasinya masyarakat. Bila pondasinya kuat, Insya’Allah akan terbentuk sebuah bangunan masyarakat yang kuat pula. Untuk itu, dalam keluarga perlu ditanamkan nilai2 agama yang kuat, sehingga
akan terbentuk masyarakat yang kuat pula. Masyarakat yang bermoral berasal dari keluarga-keluarga yang bermoral.
Bagaimana caranya?
1.Sesering mungkin berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Firman Allah SWT :
“Dan ini [Al Qur’an] adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang [diturunkan] sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada [penduduk] Ummul Qura [Mekah] dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya [Al Qur’an], dan mereka selalu memelihara sembahyangnya.” Surat Al-Anaam (6) : 92
Keberkahan Al-Qur’an :
i.Memberikan syafaat di akhirat
Rasulullah SAW bersabda :
“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan memberikan syafaat (pembelaan) pada hari
kiamat”
ii. Memberikan ketenangan hati. Al-Qur’an adalah obat hati dan jiwa, bila sedang marah atau kesal, bacalah Al-Quran. Insya Allah akan mengobati penyakit hati.
iii. Setiap huruf yang dibaca mendapatkan balasan 10 kebaikan.
iv.Bagi yang membaca Al-Qur’an secara tersendat mendapatkan pahala berlipat. Dan bagi yang membaca Al Qur’an dengan lancar sesuai dengan hukum tajwidnya, maka balasannya adalah ia akan bersama malaikat yang mulia.
Dari Ibnu Abbas r.a., beliau mengatakan ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah saw. “Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Al hal wal murtahal.” Orang ini bertanya lagi, “ Apa itu al hal wal murtahal, wahai rasulullah?” Beliau menjawab, “ yaitu yang membaca Al Qur’an dari awal hingga akhir. Setiap kali selesai ia mengulanginya lagi dari awal.” (HR. Tirmidzi)
Bagi orang tua yang dapat membimbing anaknya untuk menghafal Al-Qur’an, akan dipakaikan mahkota di surga nanti. Sabda Rasulullah saw: “Barang siapa membaca Al Quran dan mempelajarinya dan mengerjakan isinya, kedua orang tuanya akan diberikan crown dari cahaya sinarnya seperti sinar matahari, dan dipakaikan kedua orang tuanya perhiasan ygn tidak didapatinya didunia, lalu keduanya bertanya : dengan amal apa hingga kita diberikan pakaian ini ? dikatakan : karena anakmu hapal Quran” (HR. Al Hakim)
2.Menumbuhkan iman dan taqwa.
Iman dan taqwa akan menjamin turunnya keberkahan dari Allah SWT. Bila anak-anak telah memahami makna iman dan Islam sejak dini, maka akan lebih mudah untuk diajak beribadah kepada Allah SWT.
Firman Allah SWT :
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan [ayat-ayat Kami] itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”
Surat Al:Araf (7) :96
3.Mensyukuri nikmat Allah
Sangat penting untuk mengajari anak-anak kita untuk pandai bersyukur.
Allah SWT berfirman :
“Dan [ingatlah juga], tatkala Tuhanmu mema’lumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah [ni’mat] kepadamu, dan jika kamu mengingkari [ni’mat-Ku], maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” “ Surat Ibrahim (14): 7
4. Berinfak
Allah SWT akan melipatgandakan rejeki bagi hamba-hambanya yang senang berinfak. Perumpamaan orang yang menanam satu biji akan menumbuhkan tujuh batang, dan tiap batangnya akan tumbuh 100 biji. Jadi balasan yang diperoleh seseorang yang berinfak adalah 700 kali lipat.
Firman Allah SWT :
“Perumpamaan [nafkah yang dikeluarkan oleh] orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah [2] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan [ganjaran] bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas [karunia-Nya] lagi Maha Mengetahui.” Surat Al-Baqarah (2) : 261
5.Bangun di pagi hari
“Ya Allah berkahilah umatku disaat pagi hari” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’I Shahih)
6. Mencari rezeki yang halal
Allah SWT berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah.” Surat Al-Baqarah (2) : 172
“Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan [janganlah] kamu membawa [urusan] harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan [jalan berbuat] dosa, padahal kamu mengetahui.” Surat Al-Baqarah (2) : 188
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; [2] sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (29) Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” Surat An-Nisa (4) : 29-30
Rasulullah saw, pernah bersabda: “Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap ditempat yang bersih, dan tidak merusak atau mematahkan yang dihinggapinya.” (HR. Ahmad, al Hakim, dan al Bazzar)
Kita dapat mengambil pelajaran dari seekor lebah. Lebah tidak akan mau makan sembarangan seperti lalat atau serangga lainnya, yang selalu hinggab ditempat-tempat yang kotor dan busuk. Lebah mencari makanannya ditempat yang paling baik, yaitu di putik bunga. Ditempat yang paling tersembunyi dan bersih dari sekuntum bunga. Dari dirinya pun, keluar sesuatu yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia yaitu madu. Ia pun dalam mencari tempat tinggal, selalu mencari tempat yang paling aman, yaitu di atas pohon. Sehingga tidak terganggu dari makhluk lainnya.
Seperti itulah seharusnya seorang mukmin. Tidak memiliki prinsip halal haram hantam. Tetapi berhati-hati dalam menyantap makanan dan mencari rizki. Dari diri seorang mukmin keluar kata2 maupun sikap yang baik. Dan mencari lingkungan tempat tinggal yang baik/aman sehingga keluarga pun merasa nyaman dan terlindungi.
Doa Rumah berkah :
Robbi anzilnii munzalam mubaarakawwa anta khoirul munzilin
Dan berdo’alah: “Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat.” QS. 23 : 29
Categories: Referensi

Tinggalkan Pesan